asalamualaikum, , , , , , ,kolega tercinta.
perkenalkan , my name nanda aji aryasena.
saya akan berbagi sedikit cerita tantang petualangan saya dan teman teman di gunung sumbing,
saya sebagai mahasiswa di UNIV PGRI Semarang mengikuti organisasi kepecinta alaman yaitu KAMAPALA, yang kepanjangannya kelompok mahasiswa pecinta alam.
baik  langsung saja tanpa baza bazi saya langsung cap cus aja yaaah.
baik, perlu temen-temen tau, kalau gunung sumbing ini adalah gunung tertinggi nomer 6 seindonesia setelah puncak jayawijaya, gunung kerinci, gunung rinjani, puncak mahameru dan gunung selamet. dan 3 besar di pulau jawa. wow lumayan ekstrim yha.

oke, sabtu 3 mei 2014
persiapan perjalanan dan menyiapkan logistic selama 2 hari perjalanan pendakian.
alat-alat yang perlu di bawa adalah :
-tas carrier u packing logistic, kita tau di gunung sumbing jarang ada mata air. jadi diusahakan banyak
 membawa air. tenda dome, matras, ponco, pakaian hangat, sepatu khusus(tracking pole), parang/pisau
 komando, korek api(pematik api), P3k, serta senter dan batrai cadangan. dan sangat wajib dibawa  adalah kacamata gunung dan masker, karena di gunung sumbing jika kemarau bisa dibilang seperti  gurun. whoo. . .

sabtu malam pukul 23 : 47 kami berangkat dari Semarang.
sebelum berangkat kita sempat foto bersama, briefing dan berdoa


biasmilahirahmanirahim, perjalanan dimulai, , , , dari semarang kita ber 6 berangkat bersama.
setelah perjalanan selama 1,5  jam kita memutuskan istirahat di sebuah pom bensin di Magelang.
setelah pukul 03:00 kita melanjutkan perjalanan.  pukul 05:15 kita sampai di garung, Wonosobo.
hmm segar sekali udaranya . . .akhirnya, sampai di bescem pendakian. beberapa anggota memanfaatkan momen sunrise untuk berfoto.



nah. . . .ini dia fotonya, yang atas itu aku, la yang bawahnya itu patner ku, namanya aryan amar mufid. nampak sangat jelas sekali back ground gunung sindoro. mungkin bagi temen temen yang sudah pernah mendaki ke sumbing sudah tidak asing lagi lingkungan yang saya gunakan untuk berfoto. ya benar ini di samping basecam pendakian sumbing via garung.

di desa ini dulu pernah digunakan sebagai tempat suting preman in love. ada yang uda pada nonton beloom. laa pas nanti mendaki kita bakal ketemu sama bangunan-bangunan yang tidak asing di film preman in love.

baik. pendakian dimulai ketika kita selesai sarapan.
berbagai tanjakan kita lewati. kita mengambil jalur garung lama, jarak basecame sampai pos 1 kurang lebih 2,kilo, dengan medan menanjak dan jalan ladang berbatu. sepanjang basecam sampai pos 1 jalur dikelilingi oleh ladang sayur penduduk. tapi didaerah sini yang paling banyak dibudidayakan adalah tembakau. . .lanjut ke rute. nah di pos 1 ini terdapat bangunan permanen yang cukup luas. di pos 1 ini merupakan batas antara ladang penduduk
dengan hutan.
selanjutnya pos1 ke pos 2 yaitu gennus jaraknya kurang lebih 1,6kilo berupa medan tanah yang menanjak.
dari pos 1 ke pos 2 jalan banyak didominasi oleh tanjakan kira-kira 85%, dan mulai banyak percabangan. tapi temen temen tidak perlu khawatir karena semuan percabangan akan menjurus menjadi satu. di sepanjang jalur menuju  pos 2 banyak tempat yang sangat cocok untuk tempat cameset, seingatku dulu pernah melewati 5 cameset.  tapi paling cocok di pos 2 sendiri, karena tempatnya luas dan agak sedikit tertutup pepohonan,

lanjut, dari pos 2 ke pos 3 atau seduplak roto jarak kurang lebih 1kilo disini jalannya tanah berpasir, jika kemarau mungkin sangat licin sekali melewati jalan ini, dan medan yang lumayan curam kurang lebih 700meter dari pos 2 kalian akan disuguhkan oleh tanjakan yang mungkin bisa di bilang hampir 90*. disini perlu berhati hati apalagi waktu itu kita membawa tas cerier yang beratnya minta ampun. bisa-bisa kita terjungkal kebelakang. lha satu satunya  cara adalah membungkuk dan berpegangan pada rumput.
setelah melewati tanjakan ini kita hampir sampai pos 3. tapi kita perlu melewati sedikit tanjakan lagi, hedeh . tanjakan lagi tanjakan lagi, nah setelah itu kita sampai pos 3 (seduplak roto) tempatnya bisa untuk cemset tapi kurang luas dan sedikit terbuka.

waktu itu malam mennjelang datang dan kita memutuskan bermalam di seduplak roto. tangan sudah mulai kaku untuk mendirikan tenda dome, tapi tak apalah yang penting cepat istirahat. kelompok dibagi ada yang mencari kayu bakar, merapikan tenda dan memasak. malam itu kita hanya bisa bercerita tentang perjalanan kita seharian di warnai canda gurau dan api unggun yang setia menemani, hmm damai rasanya. pukul 20.30 kita semua bergegas tidur dan sebelum tidur sempat briefing sebentar untuk melanjutkan pendakian besok. akhirnya kita sepakat untuk  melanjutkan pendakian jam 1 dini hari. tapi apa daya waktu set alarm aku salah ketik, yang harusnya jam 1 am , malah keliru jam 1 pm, heleh heleh, akhirnya kita baru bisa bangun jam 3 dinihari, tak apa. . . perjalanan terus berlanjut.

pos 3 ke pestan kurang lebih 700m dengan medan tanah  anjakan sedikit, kira kira 10 sampai 20 menit sampai pestan, pestan merupakan tempat yang lumayan luas dan sedikit miring, tapi disini sering terjadi badai. jadi kalau menurut saya ya kurang cocok untuk cameset, tapi banyak pendaki yang memasang tenda di sana.

pemandangan sunrise sudah mulai terlihat kita mulai  mempercepat langkah untuk sampai  ke pasar watu, dari pestan ke pasar watu kira kira 800m atau 30 menitan. disini medannya cukup nyaman dilalui karena tidak terlalu menanjak, tapi cukup licin dan berbatu. sampai di pasar watu kita menyempatkan untuk melihat pemandangan sunrise, namun tidak sempat berfoto. susu hangat pun menjadi pengobat lelah, lanjut ke watu kotak. kurang lebih 600-700m medan gak terlalu menanjak, tapi pas sampai di watu  kotaknya kita diberi 2 pilihan oleh alam, mau memanjat tebing yang cepat sampai atau mau lurus ikuti jalur yang memutar? dulu sih saya pilih manjat aja, soale gak begitu curam. setelah memanjat tebing kita bertemu anak-anak dari magelang yang ngecem di sana. sempat ngobrol bentar tapi tak lama kemudian kita langsung cabut. sekali lagi kita harus memanjat tebing, akhirnya kita sampai di sebuah tebing yang menjulang di pinggir jurang. aku dan amar penasaran, lalu aku mencoba memanjat tebing itu, , subhanallah maha suci Allah yang menciptakan alam ini. baru pertama kalinya saya bisa melihat samudra awan yang sangat bagus, putih . .lembut. . dan nampak matahari yang sudah tinggi. dan lagi lagi tak sempat mengabadikannya.

lanjut ke perjalanan, 10 menit kemudian sampai di tanah putih, medan yang sangat ekstrim. .  tanjakan dengan gumpalan batu kecil dan besar pun ada di sini. kabarnya di sini ada mata air. tapi saya tidak sempat untuk mencarinya. 600m dari tanah putih kita sampai di puncak buntu, disana kita masak dan berfoto, tapi kita tidak sampai ke puncak sejati. karena kabarnya ada gas yang berbahaya. jadi kita cari aman aja. lah
nah ini foto foto kita di puncak. . . .













Komentar

Postingan populer dari blog ini